Panduan Lengkap INA-CBG & Casemix untuk Rumah Sakit

Panduan komprehensif tentang sistem INA-CBG (Indonesia Case Based Groups), coding, severity level, dan optimasi Casemix di rumah sakit Indonesia.

Referensi komprehensif tentang sistem INA-CBG (Indonesian Case Based Groups) dan casemix untuk rumah sakit. Pahami mekanisme coding, severity level, tarif, dan persiapan transisi ke INA-DRG agar klaim rumah sakit Anda akurat dan optimal.

Dasar-Dasar INA-CBG & Casemix

Sistem INA-CBG (Indonesia Case Based Groups) adalah metode pembayaran klaim BPJS berdasarkan pengelompokan diagnosa. Setiap kasus dikelompokkan menggunakan grouper yang menghasilkan tarif paket berdasarkan severity level, diagnosa utama ICD-10, dan prosedur ICD-9-CM.

Coding ICD-10 & Prosedur

Koding diagnosis ICD-10 dan prosedur ICD-9-CM adalah fondasi akurasi klaim INA-CBG. Kesalahan koding berkontribusi pada 60-70% kasus klaim yang di-pending atau ditolak BPJS, menjadikan kompetensi koder sebagai investasi kritis bagi rumah sakit.

Severity Level & Grouper

Severity level INA-CBG (level I hingga III) menentukan besaran tarif klaim yang diterima rumah sakit. Optimasi severity level yang akurat dan sesuai kondisi klinis pasien dapat meningkatkan reimbursement rumah sakit hingga 20-40% tanpa melanggar aturan BPJS.

Optimasi Tarif INA-CBG

Software grouper INA-CBG mengkonversi diagnosa dan prosedur menjadi kode CBG beserta tarif. Update regulasi grouper terbaru (versi 6.1) membawa perubahan signifikan pada mapping diagnosa, tarif regional, dan aturan severity yang wajib dipahami tim casemix.

Transisi ke INA-DRG

Tools teknologi casemix modern seperti BPJScan menggunakan AI untuk menganalisis pola klaim, mendeteksi kesalahan koding sebelum pengajuan, dan mengoptimasi severity level secara otomatis — mengurangi pending rate hingga 50% di rumah sakit yang mengadopsinya.